blog isbd gine nurfitri lestari

WELCOME TO MY BLOG!!!!!!

Sabtu, 11 Juni 2011

Pengertian ISBD

Dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat ( philosophia ).
Dari filsafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan :

 Natural science ( ilmu ilmu alam meliputi : biologi, fisika, kimia, dll )
 Social science ( ilmu ilmu social meliputi : sejarah, politik, ekonomi, dll )
 Humanities ( ilmu ilmu budaya meliputi : bahasa, agama, kesenian, dll )
Ilmu social dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu – ilmu social adalah focus of interest ( pusat perhatian ). Misalnya : ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha – usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan bahan yang terbatas ketersediannya, ilmu politik pusat perhatiannya mengenal kekuasaan manusia dst. Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenal aspek – aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya ( homohumanus ). Dan masalah – masalah yang menyertainnya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep yang dapat digunakan untuk masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Dalam UU No.20 Tahun 2003 yang mengatur tentang fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan dari Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dalam penyelenggaraan pendidikan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan yang sistematik dengan system terbuka dan multi makna, suatu proses pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan member keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Tanggungjawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai – nilai, mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warga Negara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Namun juga mempersiapkan tenaga kerja professional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah system berfikir, sikap, hidup dan perilaku berkarya individu maupun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan social dan mendorong perubahan ke arah kemajuan, adil dan bebas.

KONSEP PENDIDIKAN UMUM
( General Education )

PENDIDIKAN YANG BERKENAAN DENGAN PENGEMBANGAN KESELURUHAN KEPRIBADIAN SESEORANG DALAM KAITANNYA DENGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGANNYA HIDUPNYA. PROGRAM PENDIDIKAN YANG MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN SELURUH ASPEK KEPRIBADIAN SISWA DAN MAHASISWA.

YANG MELATARBELAKANGI LAHIRNYA GENERAL EDUCATION
REAKSI TERHADAP KECENDERUNGAN MASYARAKAT MODERN YANG MENDEWAKAN PRODUK TEKNOLOGI DAN CENDERUNG MENGABAIKAN NILAI – NILAI KEMANUSIAAN SEBAGAI AKIBAT DARI PRODUK SISTEM PENDIDIKAN MODERN YANG SEKULAR YAITU :
Pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai – nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.

SEHARUSNYA
Menurut Philip H, Phenix ( 1964 ), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa :
- Makna symbolycs, yaitu: Kemampuan berbahasa dan berhitung
- Makna empirics, yaitu : Kemampuan untuk memaknai benda – benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
- Makna esthetics, yaitu Kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomwna alam
- Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
- Makna synoetics, yaitu kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
- Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat

Keenam pola makna diatas dikemas dalam bentuk General Education ( pendidikan umum )

BAGAIMANA GENERAL EDUCATION DIINDONESIA ????

General education / Pendidikan umum yang ada di amerika telah dikolaborasikan oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi / mata kuliah yang dulu disebut MKDU. MKDU di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
MPK ( mata kuliah Pengembangan Kepribadianyang meliputi : pendidikan pancasila, pendidikan agama, dan pendidikan kewiraan nasional ).
MBB ( mata kuliah bekehidupan bermasyarakat yang meliputi mata kuliah ISD, IBD, dan IAD ) dan IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
Pengertian ISBD
ISBD sebagai integrasi ISD dan IBD memberikan dasar – dasar pengetahuan social dan konsep – konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah social kemanusiaan dan budaya.
- Selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas sosuli pemecahan masalah social dan budaya secara arif
- Pembangunan karakter manusia
- ISBD sebagai kajian masalah social, kemanusian dan budaya sekaligus pola memberi dasar pendekatan yang bersumber dari dasar – dasar ilmu social yang terintegrasi
- ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek – aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk social yang berbudaya, dan masalah – masalah yang terwujud dari padanya.
ISBD adalah salah satu mata kuliah termasuk pada kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat ( MBB )
ISBD merupakan mata kuliah dasar mengenai pengembangan kepribadian dan wawasan social budaya mahasiswa dalam menanggapi dan memecahkan masalah social budaya dan lemasyarakatan yang tinbul pada masyarakat.

Fungsi ISBD
Memberi pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala – gejala social kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan social budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa ada lingkungannya menjadi lebih besar.

VISI ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai – nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

MISI ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.

KOMPETENSI ISBD
Menjadi ilmuan dan professional yang berfikir kritis, kreatif, sistematik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis serta memiliki apresiasi, kepekaan dan empati social, bersikap demokratis, berkeadaban serta ikut berperan mencari solusi pemecahan social budaya secara arif.

TUJUAN ISBD
• Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
• Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
• Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk social yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademik dan keahliannya.

MENGAPA MBB – ISBD PERLU DI AJARKAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM???????????
Karena adanya :
1. Landasan historis
2. Landasan filosofis
3. Landasan yuridis formal
4. Landasan pedagogis


LATAR BELAKANG DI AJARKANNYA ISBD
Agar tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi :
1. Kemampuan personal : dimana para tenaga ahli memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai – nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia
2. Kemampuan akademis : kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tukisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sistematis, analisis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahan.
3. Kemampuan professional : kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

saya harap komentar nya yang dapat membangun saya supaya bisa memperbaiki blog ini.